ehe, udah lama gue ga ngepost selain tugas
hari ini di sekolah tuh ada sesuatu.
jadi udah sejak sebulan lalu murid-murid kelas 7 disuruh bikin kelompok trus disuruh bikin jembatan dari spagheti. gue ngerjain mati-matian tuh jembatan sampe gue jadi 'korban' lem tembak berkali-kali
hari ini, pada pelajaran ke 6
semua itu hancur sudah.
nih jembatan diuji ketahanannya. dan gue bikin jembatan gue ga kuat woy...
jembatan gue lulus tes pertama, kelompok gue kegirangan, eeeeeh pelajaran TIK kepotong sama solat, yaudah gue solat dulu
pas udah bel, semua jembatan di uji lagi, bisa dibilang 'babak' ke 2
jembatan gue tuh super duper lemah, tampilannya sih bagus tapi sebenernya
LEMAH
Jembatan gue diuji di urutan kedua
eh gajadi, karena temen gue minta-minta jembatan gue aja yag diuji
yowes tok ra popo
pas diuji, dimasukin botol.....
Gapapa.
dimasukin ini...
gapapa...
EEEEEH.... pas dimasukin beban terakhir
BRAK!
Patah kan jembatan kelompok gue -3-"
yaah, emang dri awal tujuannya kan emang buat 'penghancuran'
kaya kita udh kerja keras di militer akhirny mati juga di perang
ihi, sebenernya gapapa sih, hepi-hepi aja
tuh jembatan kebelah dua dengan sempurnanya woooy
indah anget pas patahnya
ya gapapa sih~
udah ah itu aja, gue gapunya foto gara-gara gue gabawa kamera ehe
daaah
terima kasih
Tasya
Rabu, 05 Oktober 2011
Tugas Puisi
haloo semua~ saya ada tugas lagi nih, sekalian juga share disini siapa tau bisa ngebantu kawan-kawan~
ehe, ngebantu gak kawan? makasih yaaa
Tasya
PUISI
Ciri-ciri Puisi Lama:
1. Anonim (pengarangnya tidak diketahui)
2. Terikat jumlah baris, rima, dan irama
3. Merupakan kesusastraan lisan
4. Gaya bahasanya statis (tetap) dan klise
5. Isinya fantastis dan istanasentris
Ciri-ciri Puisi Baru:
1. Pengarangnya diketahui
2. Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama
3. Berkembang secara lisan dan tertulis
4. Gaya bahasanya dinamis (berubah-ubah)
5. Isinya tentang kehidupan pada umumnya
1. Anonim (pengarangnya tidak diketahui)
2. Terikat jumlah baris, rima, dan irama
3. Merupakan kesusastraan lisan
4. Gaya bahasanya statis (tetap) dan klise
5. Isinya fantastis dan istanasentris
Ciri-ciri Puisi Baru:
1. Pengarangnya diketahui
2. Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama
3. Berkembang secara lisan dan tertulis
4. Gaya bahasanya dinamis (berubah-ubah)
5. Isinya tentang kehidupan pada umumnya
Contoh :
1. Puisi untuk ibu
Selembar puisi untuk ibu
Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
2. Puisi untuk negeri
Rhefania
Lihatlah negeri menangis lagi….
Betapa perih hati menyaksikan semua ini…..
Lihatlah negeri berduka lagi….
Kemanakah perginya hati nurani……..
Coba kau dengar jerit tangis di sana…..
Sehelai nyawa seolah tak berharga
Tidakkah hati bisa merasakannya
Getirnya darah yang terurai….terjatuh..
Menambah sederet luka bagi bangsa……
Lalu kenapa……..
Selalu yang tak berdosa jadi korbannya
Oleh segerombol orang yang drjana
Yang tak pernah berfikir akibatnya……
Lihatlah…..Negeriku menangis…….
Lihatlah…..Negeri kita menjerit………
Jakarta, 17 Juli 2009
3. Puisi untuk seorang guru
Puisi untuk guru tercinta
Saat ku terhenyuk dalam kehausan
kau berikan embun-embun nan usir hausku
tak pernah kau biarkanku
terhenyuk dalam dunia nan semakin maju
Roda-roda nan berputar
namun kau tak pernah lelah
memberiku sekeping harapan
untuk lebih bangkit dari masa lalu
Guru....
apa yang harus kuucapkan untuk menggantikan jasamu
adakah hal yang harusku lakukan untukmu guru
bila kuharus memberi sekeping darah demi sekeping jasamu
akan kulakukan agar kau kembali seperti saat itu
Saat-saat berharga yang ku impikan
saat-saat dimana kau ada disekolah
yang mengisi hatiku saat ku terenyuk
mengisi pikiranku yang kosong
Hanya puisi ini pembuktianku yang pertama
hanya bait-bait ini yang kutulis untukmu
semoga kau bisa menerima puisi
meski tak seindah permata nan indah
kau berikan embun-embun nan usir hausku
tak pernah kau biarkanku
terhenyuk dalam dunia nan semakin maju
Roda-roda nan berputar
namun kau tak pernah lelah
memberiku sekeping harapan
untuk lebih bangkit dari masa lalu
Guru....
apa yang harus kuucapkan untuk menggantikan jasamu
adakah hal yang harusku lakukan untukmu guru
bila kuharus memberi sekeping darah demi sekeping jasamu
akan kulakukan agar kau kembali seperti saat itu
Saat-saat berharga yang ku impikan
saat-saat dimana kau ada disekolah
yang mengisi hatiku saat ku terenyuk
mengisi pikiranku yang kosong
Hanya puisi ini pembuktianku yang pertama
hanya bait-bait ini yang kutulis untukmu
semoga kau bisa menerima puisi
meski tak seindah permata nan indah
Selasa, 04 Oktober 2011
Tugas Pantun
ada tugas pantun dari sekolah, sekalian share disini siapa tau bisa ngebantu ;)
----------------------------------------------------------
PANTUN
Pantun adalah karya yang berbentuk puisi
adapun ciri - cirinya sebagai berikut :
1. setiap bait terdiri dari 4 baris
2. bait pertama dan kedua adalah sampiran
3. bait ke 3 dan ke 4 adalah isi
4. pantun bersaja a-b-a-b
5. setiap pantun terdiri atas 8-12 kata
Pantun nasehat
ke hulu membuat pagar
jangan terpotong batang durian
cari guru tempat belajar
supaya jangan sesal kemudian
tiap nafas tiadalah kekal
siapkan bekal menjelang wafat
turutlah nabi siapkan bekal
dengan sebar ilmu dan manfaat
Pantun jenaka
terang saja tanganku kaku
pagi ini dingin sekali
jelas saja tokonya tak laku
baju sobek kau jual lagi
Jalan-jalan bersama kakak
di tengah jalan lihat kepompong
aku tertawa terbahak - bahak
melihat kucing makan kedongdong
Pantun Agama
sungguh indah pintu dipahat
burung puyuh di atas dahan
kalau hidup hendak selamat
taat selalu perintah tuhan
halia ini tanam-tanaman
ke barat juga akan rebahnya
dunia ini pinjam-pinjaman
ke akhirat juga sudahnya
Pantun adat
menanam kelapa di pulau bukum
sedepah sudah berbuah
adat bermula dengan hukum
hukum bersandar di kitabullah
ikan berenang didalam lubuk
ikan belida dadanya panjang
adat pinang pulang ke tampuk
adat sirih pulang ke gagang
-------------------------------------------------------
moga-moga bisa ngebantu kawan2 ya~
makasih~
tasya
----------------------------------------------------------
PANTUN
Pantun adalah karya yang berbentuk puisi
adapun ciri - cirinya sebagai berikut :
1. setiap bait terdiri dari 4 baris
2. bait pertama dan kedua adalah sampiran
3. bait ke 3 dan ke 4 adalah isi
4. pantun bersaja a-b-a-b
5. setiap pantun terdiri atas 8-12 kata
Pantun nasehat
ke hulu membuat pagar
jangan terpotong batang durian
cari guru tempat belajar
supaya jangan sesal kemudian
tiap nafas tiadalah kekal
siapkan bekal menjelang wafat
turutlah nabi siapkan bekal
dengan sebar ilmu dan manfaat
Pantun jenaka
terang saja tanganku kaku
pagi ini dingin sekali
jelas saja tokonya tak laku
baju sobek kau jual lagi
Jalan-jalan bersama kakak
di tengah jalan lihat kepompong
aku tertawa terbahak - bahak
melihat kucing makan kedongdong
Pantun Agama
sungguh indah pintu dipahat
burung puyuh di atas dahan
kalau hidup hendak selamat
taat selalu perintah tuhan
halia ini tanam-tanaman
ke barat juga akan rebahnya
dunia ini pinjam-pinjaman
ke akhirat juga sudahnya
Pantun adat
menanam kelapa di pulau bukum
sedepah sudah berbuah
adat bermula dengan hukum
hukum bersandar di kitabullah
ikan berenang didalam lubuk
ikan belida dadanya panjang
adat pinang pulang ke tampuk
adat sirih pulang ke gagang
-------------------------------------------------------
moga-moga bisa ngebantu kawan2 ya~
makasih~
tasya
Langganan:
Komentar (Atom)
Cuteki love eCards

