Rabu, 11 April 2012

Narasi Wawancara - Tugas Sekolah

Narasi Wawancara
“Kak Seto”
Dibuat Oleh : Tasya Andari Putri – 7E

Saya dan Teman-teman saya berkesempatan untuk menemui seorang bapak dari semua anak di   Indonesia, yaitu Kak Seto. Pria bernama lengkap Seto Mulyadi  lahir di Klaten, 28 Agustus 1951. Sekarang beliau sudah memasuki usia 60 tahun. Beliau sudah memiliki perjalanan  hidup yang cukup panjang. Sebelumnya Kak Seto memang sudah menyukai anak-anak. Hal tersebut dikarenakan saat Kak Seto dan adik terkecil Kak Seto bernama Budiman sama-sama terkena penyakit Malaria. Kak Seto dapat disembuhkan, tetapi adiknya tidak bisa disembuhkan dan akhirnya Meninggal dunia. Sejak saat itu Kak Seto jadi sangat menyayangi anak-anak karena tak memiliki adek untuk diajak bermain kembali. Jika Kak Seto bertemu dan berkumpul dengan anak-anak, Kak Seto akan mengajaknya bermain,bernyanyi, dan mengobrol bersama.
Setelah lulus SMA, Kak Seto yang bercita-cita menjadi dokter mencoba untuk melaksanakan tes masuk ke bidang kedokteran. Tetapi,mungkin karena kurang beruntung beliau gagal untuk kuliah di bidang kedokteran. Akhirnya Kak Seto hanya bisa diam dirumah. Tetapi dia mulai tak tahan berada di rumah karena saudara kembarnya yang bernama Kresno Mulyadi, selalu pulang kuliah memakai jaket almamaternya, sedangkan kakaknya yang bernama Maruf Mulyadi selalu pulang dengan memakai seragam tentara. Kak Seto merasa rendah diri karena beliau tidak kuliah maupun menjadi tentara. Akhirnya karena hal tersebut dan rasa bosan Kak Seto memutuskan untuk pindah ke Jakarta.
Di Jakarta Kak Seto memulai semuanya dari awal. Kak Seto memulai dengan pekerjaan-pekerjaan kecil seperti tukang batu, tukang bangunan bahkan menjadi pembantu. Saat menjadi pembantu, majikan Kak Seto memiliki anak. Karena Kak Seto saying kepada anak-anak, dia mengajaknya bermain, bernyanyi, dan belajar bersama. Karena hal tersebut Kak Seto sudah dianggap sebagai anak angkat oleh majikannya. Setelah itu Kak Seto bertemu dengan Pak Kasur. Pak Kasur mengajaknya menjadi Asistennya dan Pak Kasur telh menjadi salah satu motivator terbesar Kak Seto. Awalnya Kak Seto menolak saat Pak Kasur mengajaknya untuk masuk Fakultas Psikolog. Tapi beliau berubah pikiran dan dia mencoba untuk masuk Fakultas Psikologi anak. Dan dia mulai Kuliah di Fakultas Psikolog anak.
Banyak yang mengsupport Kak Seto. Seperti istri Kak Seto, anak-anak Kak Seto, dan terutama adalah ibu Kak Seto. Ibu kak seto telah meng-support nya dari awal. Tetapi ayah Kak Seto tidak bisa meng-supportnya karena Ayah beliau telah meninggalkan kak Seto sejak Smp.
Kak Seto memiliki yayasan, salah satunya adalah Yayasan Mutiara. Yayasan Mutiara memiliki arti di balik nama. Kak Seto member tahu kita bahwa beliau berkata bahwa anak-anak itu bagaikan mutiara,mutiara yang cemerlang. Walaupun mutiara tersebut jatuh ke lumpur, tetapi mutiara tetaplah mutiara. Anak-anak bisa menjadi orang hebat jika kemampuan mereka diasah dengan sungguh-gungguh, bagai mutiara yang dibersihkan, mutiara tersebut akan menjadi lebih cemerlang. Tujuan utama Yayasan mutiara adalah untuk mengasah dan membesarkan anak-anak Indonesia dengan layak sehingga suatu saat mereka akan menjadi anak yang luar biasa.
Berbeda dengan zaman dulu, zaman sekarang telah berkembang pesat menjadi Negara maju dan lebih modern. Karena hal itu juga anak-anak Indonesia menjadi lebih maju dan lebih cerdas. Tetapi anak Zaman sekarang lebih demokratif. Begitulah pendapat Kak Seto tentang Anak-anak Indonesia pada Zaman ini.
Kak Seto memberitahu kami, bahwa sekarang ini banyak masalah yang terjadi pada anak-anak, seperti kekerasan pada anak-anak, maupun pemaksaan orangtua pada anaknya. Kekerasan pada anak dapat menimbulkan thrauma. “Thrauma itu luka, luka jiwa.” Kata Kak Seto.  Karena itu mereka perlu dihibur, mereka perlu diberi senyuman, jangan sekali-kali dibentak, bisa-bisa anak tersebut bisa penuh dendam dan aka nada luka abadi di hatinya yang membuat anak tersebut menjadi sedih.
“Orangtua tidak boleh memaksakan anaknya untuk melakukan sesuatu.” Kata Kak Seto. Kak Seto akan melindungi anak yang dipaksa tersebut. Pemaksaan pada anak termasuk ke kekerasan pada anak-anak yang melanggar UU perlindungan anak. Salah ssatu hak anak adalah berpartisipasi, yaitu mengemukan pendapatnya sendiri.
Kak Seto memiliki banyak harapan kepada anak bangsa. Tapi harapan yang paling Kak seto harapkan adalah anak-anak yang percaya diri, penuh dengan keingin tahuan, dan sudah menetapkan cita-cita mereka masing-masing.
Setelah pertanyaan terakhir tersebut, akmi menyelesaikan wawancara kami dengan Kak Seto, kami sangat berterima kasih pada Kak Seto yang telah memberitahu kami banyak hal. Kami berdoa semoga harapan Kak Seto akan terwujud pada masa mendatang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Facebook Badge